Jessica Wongso “Sianida” Sering Sakit Pinggang di Penjara

Siapa sih yang ingin menghabiskan sebagian waktu hidupnya di penjara? semua orang juga tidak akan ada yang mau. Seperti halnya Jessica Wongso yang merupakan calon tersangka pembunuhan Mirna karena kopi yang dicampur sianida, yang sampai detik ini kasusnya belum juga beres. Jessica bersikukuh kalau dirinya tidak melakukan hal setega itu.

jessica-wongso-kopi-sianida

Jessica Wongso “Sianida” Sering Sakit Pinggang di Penjara (Google/Raden S. Anggara)

Hidayat Bustom sang pengacara Jessica bercerita kepada wartawan “Dia kangen banget menjalani kehidupan normalnya, dia sangat ingin keluar karena dia bukan pelakunya. Jessica telah kehilangan sahabat terbaiknya, masa iya harus sepaket dengan kehilangan kebebasan hidupnya.

Menurut sang pengacara, ia sekarang ini memang sudah cukup bisa beradaptasi dengan lingkungan hotel prodeo atau penjara. Tetapi tetap saja, kehidupan diluar jauh lebih enak daripada di penjara. Jessica Wongso “Sianida” Sering Sakit Pinggang di Penjara, itulah keluhan yang sering diungkapkan olehnya, karena tidurnya berdesakan, bagaimana tidak! satu sel itu 17 orang didalamnya, bayangkan saja.

Baca juga : Obat Sakit Pinggang

Selain itu, dengan adanya tuduhan yang menyangkut dirinya atas pembunuhan Mirna, sudah mempengaruhi psikologisnya. Menurut Bustom sangat pengacara dari Jessica, ia sekarang ini sering sekali stres karena dituduh terus melakukan pembunuhan, padahal ia tidak melakukannya.

Sejak 30 Januari 2016, ia sudah hidup di sel tahanan karena oleh pihak berwenang ia ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Wayan Mirna. Awalnya ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, lalu semenjak berkas perkaranya lengkap dan menunjukan bahwa Jessica benar pelakunya (meskipun sampai saat ini Jessica tidak mengaku) ia langsung dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur pada 27 Mei 2016. (Bintang.com)

Jangan lupa baca : Gerakan Yoga yang Dapat Menyembuhkan Sakit Pinggang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *